Langsung ke konten utama

TAHU BERTERIMA KASIH

Mazmur 118:21 ‘’Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.’’

John Calvin dalam bukunya mengatakan mengapa kita haru berdoa kalau Allah sudah tahu apa yang kita perlukan dan inginkan?, buktinya Allah terkadang sudah memberikan kepada kita sebelum kita meminta kepada-Nya?

John Calvin memberikan enam alasan, salah satunya adalah agar kita menjadi orang yang tahu berterima kasih.

Kalau kita tidak berdoa atas sesuatu lantas kita menerimanya, apakah mungkin kita mengucap syukur kepada Dia yang memberikan?

Kalaupun kita mengucap syukur, seberapa besarkah rasa syukur itu dibandingkan dengan ketika kita terus-menerus memohon dan bergumul sedemikian lama kemudian baru kita mendapatkannya?

Ketika kita bersusah payah dengan pergumulan yang kita alami, kita akan berterima kasih kepada Tuhan karena kesusahan kita menjadi suka cita.

Kalau kita tidak pernah merasa susah kemudian menerima berkat, bagaimana bisa merasa suka cita? Lebih jauh lagi, kita tidak hanya bersuka cita dan berterima kasih tetapi kita juga akan selalu ingat siapa yang menjawab doa kita.

"Kalau engkau tidak pernah berdoa kemudian engkau mendapatkan berkat, engkau tidak akan ingat kepada siapapun karena memang engkau tidak pernah meminta kepada siapapun."

Ketika Tuhan membawa kita ke tempat yang tinggi, ingatlah Dia yang membawa kita sehingga ketika kita melihat ke bawah, kita tidak menjadi sombong dan akhirnya jatuh. Marilah kita mencoba merefleksi diri kita sendiri.

"INGATLAH SELALU AKAN CINTA TUHAN, YANG TELAH MEMBERIKAN APA YANG KITA DOAKAN BAHKAN MEMBERIKAN APA YANG BELUM KITA MINTA PADA-NYA. JANGAN PERNAH LUPA CINTA TUHAN!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMINAN DALAM NAMA-NYA

  (Amsal 18:10) "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31) “Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  (Kolose 3:3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah."  Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus  "berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya). (1 Yohanes 5:18) "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya." Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung ...

TINGKATAN HIDUP

Menjadi "BAIK" - "BERKENAN" dan " SEMPURNA" (Roma 12:2) "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Saat menjalani kehidupan ini, kembangkanlah terus sikap untuk menjadi lebih BAIK . Selanjutnya menjadi BERKENAN , dan akhirnya jadi SEMPURNA.  Jangan puas hanya sampai menjadi orang baik saja. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh. Namun semuanya itu harus dimulai dari yang kecil dahulu. "Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan asalkan ke arah yang lebih baik akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.  Dengan melakukan perubahan kecil secara rutin dan dengan usaha yang tulus akan membuat sebuah pe...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...