Langsung ke konten utama

JAMINAN DALAM NAMA-NYA


 
(Amsal 18:10)
"Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat."

Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31)

“Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama” Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia. 

(Kolose 3:3)
"Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah." 

Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus 
"berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya).

(1 Yohanes 5:18)
"Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya."

Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung karena berbagai masalah kita, ketika kita dilukai oleh kawan-kawan kita, ketika kita dikelilingi oleh musuh-musuh kita, kita dapat berlindung kepada Allah. Tidak ada rasa aman di dunia ini. Seandainya kita menemukan rasa aman didalam dunia ini, maka kita tidak akan pernah mengalami sukacita dari kasih dan perlindungan Allah. Kita akan kehilangan kebahagiaan yang telah disediakan bagi kita.

Tempat yang paling aman hanyalah Allah sendiri. Ketika awan badai menggumpal dan bencana mulai membayang, kita harus datang ke hadirat Allah dalam doa dan berdiam di sana. (Mazmur 57:2)

Orang yang memiliki iman sempurna adalah orang yang dapat datang kepada Allah dalam segala kekurangan dari perasaan dan hasratnya, tanpa semangat atau ambisi; dengan beban kekecewaan, kegagalan, perasaan diabaikan, dan kelalaian, serta berkata kepada-Nya, ‘Engkaulah tempat perlindunganku'

Betapa amannya kita ! 

(Mazmur 91:1-2, 9-11)
"Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN :
Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemah mu; sebab malaikat²-Nya akan diperintahkan-Nya kepada mu untuk menjaga engkau di segala jalanmu."

Tuhan Yesus memberkati. SW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKATAN HIDUP

Menjadi "BAIK" - "BERKENAN" dan " SEMPURNA" (Roma 12:2) "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Saat menjalani kehidupan ini, kembangkanlah terus sikap untuk menjadi lebih BAIK . Selanjutnya menjadi BERKENAN , dan akhirnya jadi SEMPURNA.  Jangan puas hanya sampai menjadi orang baik saja. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh. Namun semuanya itu harus dimulai dari yang kecil dahulu. "Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan asalkan ke arah yang lebih baik akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.  Dengan melakukan perubahan kecil secara rutin dan dengan usaha yang tulus akan membuat sebuah pe...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...