Langsung ke konten utama

ALLAH SANG KEBENARAN SEJATI


Roma 10:3 ‘’Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.’’

Bagi sebagian orang kebenaran pada umumnya dianggap sebagai sesuatu yang relatif. Maksudnya kebenaran bagi A, belum tentu dianggap kebenaran bagi si B.

Kebenaran di suatu daerah belum tentu menjadi kebenaran di daerah yang lain. Karena itu kebenaran dianggap sebagai sesuatu yang sifatnya relatif, tergantung siapa yang memandangnya dan siapa yang menggunakannya.

Karena itu kitab Amsal mengatakan bahwa ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Dalam surat Roma juga dikatakan bahwa jika seseorang mendirikan kebenarannya sendiri, ia tidak akan tunduk kepada kebenaran Allah.

Karena itu orang percaya atau orang Kristen memiliki standar kebenaran yang mutlak yaitu kebenaran firman Tuhan. Sebab kebenaran firman Tuhan adalah kebenaran yang menyelamatkan yang berasal dari Allah dan kebenaran itu berpusat pada Kristus.

Karena itu sebagai orang percaya kita tidak boleh menjadi orang yang abu-abu. Percaya dengan kebenaran yang ini dan percaya kepada kebenaran yang itu. Sebab itu bukanlah kebenaran yang mampu menyelamatkan hidup kita._ 

Standar kebenaran yang harus kita pegang selama-lamanya adalah firman Tuhan, sebab firman Tuhan adalah kebenaran yang bersumber kepada Allah dan berpusat kepada Kristus._ 

JADIKAN FIRMAN TUHAN SEBAGAI TOLAK UKUR, UNTUK MENGUKUR APAKAH HIDUP KITA BENAR DAN BERKENAN KEPADA ALLAH. SELAIN ITU TUNDUKLAH KEPADA KEBENARAN ALLAH, AGAR KITA TIDAK MENDIRIKAN KEBENARAN SENDIRI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMINAN DALAM NAMA-NYA

  (Amsal 18:10) "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31) “Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  (Kolose 3:3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah."  Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus  "berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya). (1 Yohanes 5:18) "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya." Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung ...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...

BERGANTUNG PADA TUHAN BUKAN MANUSIA

Di dalam Alkitab Daud belajar setiap kali menghadapi masalah dia tidak gentar. Dalam kitab Mazmur 144:1, Daud berkata “Terpujilah Tuhan gunung batuku yang mengajar tanganku untuk bertempur dan jari-jariku untuk berperang” Daud itu tidak lari ketika menghadapi masalah tapi dia percaya dengan pertolongan Tuhan, dia bisa menang melawan singa dan beruang. Tahukah anda, bahwa semakin banyak masalah yang bisa kita selesaikan dan semakin besar musuh yang bisa kita kalahkan, semakin cakap kita menghadapi persoalan. Ketika menghadapi persoalan banyak orang Kristen mentalnya cengeng, pengecut dan mudah menyerah. Ketika menghadapi masalah dan tantangan mari belajar dari Daud. Perlakuan orang terhadap dia bahkan orang terdekatnya dan orangtuanya sendiri tidak membuat Daud lemah tapi sudah out dan bangkit serta menaruh kepercayaannya kepada Tuhan. Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang memperlakukan kita, kita tidak bisa pasang papan ...