Langsung ke konten utama

LIFE SCANNER (PEMINDAI KEHIDUPAN)

2 Timotius 3:16 
 ‘’Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.’’

Pernahkah Bapak/Ibu/Saudara mengalami di saat bekerja di depan komputer, tiba-tiba komputer mati. Coba perhatikan saat komputer itu kita hidupkan kembali! Pastinya akan didapati bahwa komputer tersebut secara otomatis memeriksa/men-scan kembali struktur dari sistem yang ada didalamnya, apakah ada pergeseran atau tidak?

Prosedur ini sering kali diabaikan dan dilompati begitu saja saat kita memiliki pekerjaan yang harus segera diselesaikan dengan cepat hingga sampai suatu saat didapati sistem tersebut macet dan sering hang. Apa yang kita pikir cepat ternyata malah merusak dan memperlambat pekerjaan kita. Padahal kalau kita mau bersabar, scan tersebut menolong kita menyensor dan melindungi sistem komputer kita, sehingga bisa tetap berjalan dengan stabil dan aman.

Hal yang serupa terjadi dalam kehidupan kita. Semua hal, baik itu yang masuk ke diri kita maupun apa yang keluar dari diri kita seharusnya diperiksa dan disensor terlebih dahulu. Lalu siapakah yang akan memeriksa dan menyensor kita?
Firman Tuhan itulah yang akan men-scan dan men-sensor kita. Tuhan juga bisa memakai siapa saja untuk memperingati kita baik melalui pemberitaan Firman, teguran saudara seiman, peristiwa tertentu, bahkan pukulan Tuhan melalui sakit-penyakit sekalipun. 

Oleh karena itu mari bawa hidup kita kepada Tuhan. Izinkan Tuhan untuk memeriksa dan menyensor kita. Mungkin pada saat Tuhan memeriksa, ada banyak didapati kesalahan biarkan Ia memperbaikinya, itu akan menyakitkan tapi ketahuilah itu akan membawa kita kepada kebenaran. Ketika Ia menyensor hidup kita, mungkin didapati ada hal yang harus dibuang agar hidup kita kembali kepada-Nya, berserahlah penuh kepada-Nya. Ijinkan Dia untuk mendidik kita dan membentuk kita menjadi manusia yang diperkenan-Nya. Ikutilah petunjuk setiap sensor yang muncul di hadapan kita. Setiap saat Dia akan memeriksa isi hati kita.

“Jika kita akrab dengan firman-Nya, maka kita akan peka bila sedang di scan dan disensor oleh-Nya. Namun jika kita tidak peka, akan banyak sekali eror dan virus yang akan masuk dan meracuni hidup kita. Yakinlah apa yang Ia buat selalu baik buat kita.” GBU

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMINAN DALAM NAMA-NYA

  (Amsal 18:10) "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31) “Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  (Kolose 3:3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah."  Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus  "berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya). (1 Yohanes 5:18) "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya." Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung ...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...

BERGANTUNG PADA TUHAN BUKAN MANUSIA

Di dalam Alkitab Daud belajar setiap kali menghadapi masalah dia tidak gentar. Dalam kitab Mazmur 144:1, Daud berkata “Terpujilah Tuhan gunung batuku yang mengajar tanganku untuk bertempur dan jari-jariku untuk berperang” Daud itu tidak lari ketika menghadapi masalah tapi dia percaya dengan pertolongan Tuhan, dia bisa menang melawan singa dan beruang. Tahukah anda, bahwa semakin banyak masalah yang bisa kita selesaikan dan semakin besar musuh yang bisa kita kalahkan, semakin cakap kita menghadapi persoalan. Ketika menghadapi persoalan banyak orang Kristen mentalnya cengeng, pengecut dan mudah menyerah. Ketika menghadapi masalah dan tantangan mari belajar dari Daud. Perlakuan orang terhadap dia bahkan orang terdekatnya dan orangtuanya sendiri tidak membuat Daud lemah tapi sudah out dan bangkit serta menaruh kepercayaannya kepada Tuhan. Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang memperlakukan kita, kita tidak bisa pasang papan ...