Langsung ke konten utama

MENYAMBUT KEDATANGAN-NYA

Dalam Matius 2 : 11 bagian b, orang Majus membuka tempat harta bendanya & mempersembahkan emas, kemenyan serta mur. Di sini kata kuncinya adalah mempersembahkan emas, kemenyan dan Mur. Sesuai yang ditulis dalam Alkitab, maka kita akan berbicara arti-arti rohaninya :
Emas: berbicara tentang kekudusan atau kemurnian. Sikap, tindakan & ucapan kita harus kudus. Sebab tanpa kekudusan, tidak ada seorang pun akan melihat Tuhan.2 Petrus 3 : 10 – 14  "Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia."Emas dikaitkan dengan kekayaan, kesuksesan & kekuasaan. Kebanyakan motivasi orang yang bekerja atau berusaha adalah mendapat ketiga hal ini untuk diri sendiri, tetapi kita diminta untuk mempersembahkan semuanya itu ke Tuhan sehingga kita tidak akan cinta uang, tidak sombong, & tetap mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.Emas juga berbicara sesuatu yang mahal harganya. Saya tidak tahu apa yang mahal bagi Saudara. Mungkin uang, waktu yang kita punya, atau harga diri. Tuhan mau semuanya itu dipersembahkan kepada Dia. Abraham diminta mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal, yang sangat berharga & dikasihinya, serta didapatkan pada masa tua. Abraham lulus ujian ketika rela mempersembahkan Ishak, lalu Tuhan memberkati Abraham beserta keturunannya berlimpah-limpah.
Kemenyan: berbicara tentang korban. Sesuai Roma 12 : 1, kita diminta mempersembahkan tubuh ini sebagai korban yang hidup & berkenan kepada Tuhan, itulah ibadah kita yang sejati. Kita harus hidup bagi Tuhan, menyembah Dia, menaati Dia, menentang dosa, membela kebenaran, menolak & membenci kejahatan, melakukan pekerjaan yang baik untuk orang lain seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, mengikuti Dia, melayani Dia, hidup dipenuhi serta sesuai pimpinan Roh Kudus. Hidup kudus & berkenan kepada Tuhan artinya memisahkan diri dari dunia & makin intim dengan Dia.Jadi, untuk hidup kudus & berkenan kepada Tuhan, kita harus berkorban. Korban itu sesuatu yang menyakitkan bagi kedagingan kita. Tidak benar kalau menjadi orang Kristen yang santai,  bisa berbuat apa saja dan tetap masuk surga. Kemenyan juga berbicara tentang persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Kemenyan juga berbicara tentang doa. Doa yang dilakukan setiap waktu dalam roh dengan tidak putus-putusnya untuk orang kudus. Ini merupakan senjata Allah untuk melawan tipu muslihat Iblis. Hari-hari ini, kita sedang memasuki masa peperangan rohani dahsyat untuk merebut jiwa-jiwa dari tangan si Iblis. 
Mur: berasal dari bahasa Ibrani 'mor' dan bahasa Yunani 'smurna' yang artinya pahit. Ibrani 12 : 15 berkata, "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." Jangan sampai punya akar yang pahit. Amsal 4 : 23 berkata, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Kita mau hidup kekal selama-lamanya, atau mati kekal selama-lamanya, itu tergantung pada hati kita. Kalau hati kita kotor oleh akar pahit, maka akan mati kekal. Kalau mulai muncul akar pahit, cepat datang ke hadapan Tuhan Yesus, serahkan, bertobat, & minta ampun karena selama ini menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, maka kita akan selamat. Mur juga berbicara tentang pengurapan. Salah satu bahan untuk membuat minyak urapan adalah mur. Pengurapan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita harus dikembalikan ke Tuhan, bukan untuk popularitas, mencari kekayaan atau kepentingan-kepentingan lainnya.Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat-sangat dekat. Mari mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali. Tuhan Yesus Memberkati kita semua. 
Oleh: Ps. Ananti Supraptiwi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMINAN DALAM NAMA-NYA

  (Amsal 18:10) "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31) “Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  (Kolose 3:3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah."  Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus  "berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya). (1 Yohanes 5:18) "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya." Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung ...

TINGKATAN HIDUP

Menjadi "BAIK" - "BERKENAN" dan " SEMPURNA" (Roma 12:2) "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Saat menjalani kehidupan ini, kembangkanlah terus sikap untuk menjadi lebih BAIK . Selanjutnya menjadi BERKENAN , dan akhirnya jadi SEMPURNA.  Jangan puas hanya sampai menjadi orang baik saja. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh. Namun semuanya itu harus dimulai dari yang kecil dahulu. "Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan asalkan ke arah yang lebih baik akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.  Dengan melakukan perubahan kecil secara rutin dan dengan usaha yang tulus akan membuat sebuah pe...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...