Langsung ke konten utama

BLESSED MAN

Genesis 1:28a (KJV)
And God BLESSED them and God said unto them, Be fruitful, and multiply, and replenish the earth. ( Allah memberkati mereka..).

Apa kita mempunyai target yang belum tercapai di tahun sebelumnya ?"

Introspeksilah diri kita dengan baik, pahami faktor kegagalannya dan segera perbaiki. Sebab bagi orang percaya, kita ini adalah orang yang diberkati dan bukan orang gagal. (Efesus 1:3)

(Psalms 1:1)(KJV).  
"BLESSED is the man that walketh not in the counsel of the ungodly, nor standeth in the way of sinners, nor sitteth in the seat of the scornful." ( Blesses is the man ).

Apakah orang diberkati itu, ia tidak akan pernah gagal ? (Mazmur 1:3)

Yang di maksud disini adalah sekalipun ia gagal namun itu hanya merupakan "peristiwa" saja, bukan 'status' kita orang gagal dan itu untuk meraih next-level yang lebih tinggi lagi. (Amsal 24:16)
 Sadarilah akan hal itu, sebab terkadang peristiwa itu (gagal) yang akan menjadikan kita semakin kuat, dan itu akan membuat kita menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. (1 Petrus 5:10) 

Sebab jalan hidup orang benar akan terus naik sampai terik matahari di siang hari dimana posisi matahati paling tinggi²-nya saat itu. (Hidup Maksimal; Amsal 4:18)

 "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia," (Ulangan 28:13)

Jangan takut gagal, sebab Takut gagal identik dengan takut Sukses.
Gagal adalah setengah perjalanan menuju Sukses (kesuksesan yang tertunda saja)
Lebih baik gagal tetapi sudah mencoba, dari pada tidak pernah mencoba sama sekali. Kegagalan bukan untuk disesali, namun untuk direnungkan, introspeksi, dan direvisi."

TETAP SEMANGAT, PANTANG MENYERAH DAN HANYA BERHARAPLAH KEPADA TUHAN SAJA TUHAN MEMBERKATI.SW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMINAN DALAM NAMA-NYA

  (Amsal 18:10) "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31) “Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  (Kolose 3:3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah."  Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus  "berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya). (1 Yohanes 5:18) "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya." Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung ...

TINGKATAN HIDUP

Menjadi "BAIK" - "BERKENAN" dan " SEMPURNA" (Roma 12:2) "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Saat menjalani kehidupan ini, kembangkanlah terus sikap untuk menjadi lebih BAIK . Selanjutnya menjadi BERKENAN , dan akhirnya jadi SEMPURNA.  Jangan puas hanya sampai menjadi orang baik saja. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh. Namun semuanya itu harus dimulai dari yang kecil dahulu. "Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan asalkan ke arah yang lebih baik akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.  Dengan melakukan perubahan kecil secara rutin dan dengan usaha yang tulus akan membuat sebuah pe...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...