Langsung ke konten utama

HIDUP BERHIKMAT ITU NIKMAT


Saya menyebut ayat ini luar biasa dan tentu disukai banyak orang hasil yg didapatnya. Apakah bunyi firman yg dimaksud?

Firman Allah berkata:
"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah." (Ams. 9:10-11)

Penulis kitab Amsal berkata: "Karena aku..." Siapakah aku? Aku yang dimaksud disini adalah hikmat!

Terlalu banyak orang berpikir dan suka memiliki "umur panjang" namun tdk sedikit juga yang merasa kecewa dg adanya umur yg pendek?!

Tahukah kita bahwa Firman Tuhan sudah berkata bahwa siapa memiliki dan bertindak dengan hati-hati dan bijaksana karena memiliki hikmat maka hikmat itu bila dikerjakan akan memberi dampak pada usia hidup kita yang lebih panjang dibanding dengan mereka orang yang biasa hidup sembrono, ceroboh dan tak memperhatikan atau mengabaikan aturan tatacara hidup yang benar?! Mari kita menjadi bijak! Amen.

Saya sendiri meyakini bahwa siapa orang yang menata hidup dan pola hidup yang baik dan benar juga sehat, maka kita meyakini bahwa orang seperti ini bisa terhindar dari banyak hal yang tidak baik. Yakin!

Contoh:
Siapa yang belajar menata hidup dengan pola yang baik. Hidup sehat, menata pola pikir, pekerjaan, menata emosi dan akal budi dengan lebih baik, saya yakin akan menghasilkan sesuatu yg jauh lebih baik dibanding dengan mereka orang yang tdk pernah menata hidup dengan baik dan benar. Yakin!

Hidup Berhikmat itu Nikmat!
Mari kita tata hidup kita menjadi lebih baik. Jasmani & Rohani kita tata dengan begitu rupa. Bersikap bijaksana dan tidak ceroboh dalam menjalani kehidupan, saya yakin akan memberi dampak yang baik pada sikap hidup kita yg menaruh nilai hidup yang baik dan bukan asal-asalan. Amen. 

📖 Salam baca Alkitab, tetap semangat dan menjadi berkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAMINAN DALAM NAMA-NYA

  (Amsal 18:10) "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." Di daIam dunia yang penuh dengan kesengsaraan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri. (Mazmur 18:31) “Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  (Kolose 3:3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi "BERSAMA" dengan Kristus DI-DALAM Allah."  Jadi sebelum ada yang bisa menjamah kita maka ia harus  "berhadapan" dengan KRISTUS DAN ALLAH BAPA (Sebab kita berada di dalam-Nya). (1 Yohanes 5:18) "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia (Kristus) yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya." Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung ...

TINGKATAN HIDUP

Menjadi "BAIK" - "BERKENAN" dan " SEMPURNA" (Roma 12:2) "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Saat menjalani kehidupan ini, kembangkanlah terus sikap untuk menjadi lebih BAIK . Selanjutnya menjadi BERKENAN , dan akhirnya jadi SEMPURNA.  Jangan puas hanya sampai menjadi orang baik saja. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh. Namun semuanya itu harus dimulai dari yang kecil dahulu. "Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan asalkan ke arah yang lebih baik akan membuat hidup kita menjadi lebih baik.  Dengan melakukan perubahan kecil secara rutin dan dengan usaha yang tulus akan membuat sebuah pe...

TERGERAK TANPA MAU BERGERAK

(Yakobus 2:26) "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." " 1000 keinginan, 100 teori, 10 konsep akan kalah dengan 1 tindakan " "Jangan hidup dari Suskes masa lalu ..!" Kita terlalu banyak terbebani oleh masa lalu. Dulu saya Bos besar di kantor,  dulu saya berprestasi, dulu saya ahli ini atau ahli itu; maka jika sekarang aku mencoba belajar hal yang baru menjadi "aib". Kita terlalu gengsi untuk mau mengakui keberhasilan orang lain, sehingga kita sulit untuk mau belajar lebih lagi. Ketika kita berkekurangan secara materi, alih-alih mau belajar dari orang lain yang sudah sukses, kita justru bersembunyi di balik kata-kata "syukur nikmat", "rejeki sudah ada yang ngatur" atau berbagai kata lain yang sebenarnya intinya adalah kita malu, malas dan gengsi untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses tersebut. (2 Korintus 10:12)   "Memang kami tidak bera...