Menggendong anak adalah sesuatu yang pastinya pernah di lakukan setiap orang tua.Biasanya saat anak sudah mulai bisa berjalan, orang tua akan makin jarang menggendongnya. Makin dewasa, selama ia sehat, anak tersebut di tuntut untuk tak lagi minta di gendong.
Tetapi dalam Yesaya 46:4 sangatlah berbeda, TUHAN berkata bahwa sampai masa tua pun, DIA tetap menggendong kita. Kata "sampai" menunjukkan pada sesuatu yang terus menerus.
Artinya sejak kita muda pun, TUHAN sudah menggendong kita, ini adalah pernyataan yang luar biasa.
Berapa sering kita merasa lemah, sendirian dan kuatir saat menatap hari-hari ke depan?
TUHAN sendiri menggendong kita, akankah kita takut kaki kita akan terinjak paku jika kita menaiki sebuah tank baja?
Masihkah kita kuatir akan kehujanan dan kepanasan jika kita melakukan perjalanan dengan menaiki mobil mercy yang sejuk dan nyaman?
Walaupun TUHAN berkata DIA mau menggendong kita terus, sayangnya tidak semua orang mau di gendongNYA.
Kedengarannya aneh, mengapa menolak di gendong dan di bela TUHAN?
• Ragu akan KekuatanNYA
Ya, sebagian orang lebih percaya akan kekuatan dirinya, sehingga menganggap TUHAN pun tak sanggup menolongnya.
• Tentang Iman kita
Saat kita di gendongNYA, kita harus menuju arah yang DIA mau dan kita harus ikut akan aturanNYA. Untuk hal ini, tidak sedikit orang enggan melakukannya,
Mereka ingin di gendong, ingin di bela, ingin di berkati, ingin di bimbing, tapi juga ingin DIA yang harus menuruti keinginan kita. Aneh bukan?
TUHAN yang lebih tahu mana jalan terbaik yang harus kita lalui sepanjang hidup kita,
Tugas kita adalah percaya dan taat padaNYA. Maukah kita di gendongNYA seumur hidup kita?
Percayalah pada kekuatanNYA dan tunduklah padaNYA.
“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia
dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.
Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus;
Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”
(Yesaya 46:4)
Komentar
Posting Komentar